Kamis, 10 November 2011

Detoksifikasi

Secara fitrah tubuh manusia telah memiliki kekuatan yang mampu menjaga kesehatan dirinya,tetapi mekanisme ini tidak akan berfungsi apabila tubuh dipenuhi dengan banyak toksid (racun).Keadaan ini menjadi semakin serius jika toksid tersebut tidak dapat dikeluarkan dengan sempurna sementara tubuh tidak mendapat nutrien yang cukup.
Penumpukan toksid dalam tubuh tersebut biasayanya ditandai dengan munculnya beberapa gejala antara lain mudah letih, mengantuk, sembelit, darah tinggi, serangan jantung, sakit pada persendian, kegelisahaan, kebimbangan, cepat marah, kegagalan buah pinggang dan lain-lain. Selain itu toksid bisa mengakibatkan rendahnya tingkat kesuburan, kemerosatn IQ dan berlakunya tekanan mental.
Banyak faktor yang menyebabkan toksemia
1. Pencemaran udara
2. Pencemaran air
3. Makanan siap saji
4. Hasil pertanian yang beracun
5. Kebiasan buruk
6. Obat-obatan kimia
7. Tekanana hidup atau stress dan kurang olahraga

Detoksifikasi

Secara etimologi detoksifikasi berasal dari kata de yang berarti tidak dan toksid yang berarti racun.Sedangakan secara terminology detoksifasi berarti program penghilangan toksid yang terkumpul dalam tubuh terutama di hati,ginjal,darah,lymph dan usus.
Dalam sebuah hadist,Rasulullah saw mengatakan bahwa sebagian besar penyakit manusia bersumber dari perut..Dalam pandangan ahli herba yang di maksud perut sebagaimana disebutkan dalam hadist tersebut adalah kolon (usus besar). Pada organ inilah sering terjadi penumpukan sisa makanan yang pada akhirnya menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit
Penyakit yang sering muncul terkait dengan system usus adalah sembelit..Diare adalah salah satu bentuk sembelit. Dr John Christopher mengatakan diare merupakan suatu keadaan yang buruk di mana terjadi keadaan ketersumbatan kronik di usus (badly clogged), di mana tinja-tinja pejal tidak dapat di keluarkan, hanya bahan buangan cair saja yang dapat di keluarkan.
Pada 1929, Dr Arbuthnoth hane, seorang dokter inggris menyatakan ”sembelit merupakan sebab dari semua jenis penyakit yang melanda peradaban manusia”.
Dr Hane menemukan fenomena “striking correlation” yaitu korelasi antara kolon yang bermasalah dan penyakit-penyakit yang kelihatan seolah-olah tidak ada kaitan dengan usus (mafunction colon and seemingly unrelated diseases).
Beberapa contoh kasus yang pernah di tangani oleh Dr.Hane
1. Seorang remaja muda menderita arthritis yang serius (radang sendi) selama beberapa tahun pada waktu operasi oleh Dr Hane, pasien diletakan di atas kursi roda dan setelah 6 bulan pasca operasi kolon remaja tersebut mengalami penyembuhan yang menyeluruh dari penyakitnya.
2. Seorang pasien wanita yang menderita gondok (goriter) telah menunjukan tanda-tanda penyembuhan secara berangsur-angsur dalan masa 6 bulan setelah di operasi oleh Dr. hane
3. Dr Hane telah melakukan perawatan dengan dedikasi tinggi dan menemukan lingkaran panjang penyakit-pneyakit mulai dari batuk kering (tuberkolosia) sampai penyakit sendi (theumatism) yang mengalami penyembuhan bila bagian tertentu usus yang berpenyakit di buang. Beliau menemukan bahwa daerah tertentu kolon mempunya efek dan hubungan erart dengan organ tertentu dalan tubuh manusia.
Dr Hane memberikan perhatian pada pernyataan bahwa toksin dalam usus dapat mempengaruhi kesehatan system – system tubuh yang lain sehingga beliau mengubah keseluruhan metode pengobatan yang di lakukannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih telah berkunjung ke supersimpel.blogspot.com.
Silakan tinggalkan komentar anda.. .